Angkatan 26

PMR Wira Adhi Bhakti periode 2009/2010

Angkatan 27

PMR Wira Adhi Bhakti periode 2010/2011

Angkatan 28

PMR Wira Adhi Bhakti periode 2011/2012

Angkatan 29

PMR Wira Adhi Bhakti periode 2012/2013

Jumbara IX 2009

Dilaksanakan di Lapangan Bantrung Batealit

Jumbara X 2011

Dilaksanakan di Desa Ngeling, Kecamatan Pecangaan

Jumbara XI 2013

Dilaksanakan di Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo

YRCC 2009

YRCC tingkat Jateng Dilaksanakan di UNNES Semarang

Thursday, December 24

Pengambilan Badge Angkatan 27

Wednesday, December 9

Kapan? Dimana? Mengapa? dan Siapa pendiri PMR di Indonesia?

Sebelum saya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bertubi-tubi kepada saya,
saya akan bersemedi dulu untuk mencari jawabannya.... Okey.

YEAH.....!! saya sudah menemukan jawabanya,


Jawwabanya adalah.............. ialah........... yaitu............ dengan nama ............(ahhh kelamaan),

I’m so sorry, intermezzo……....... (Cuma selingan)


Oh ya sejarah begini…(sotoi banget kayak pernah ngalamin aja)



SEJARAH PALANG MERAH REMAJA INDONESIA

Palang Merah Remaja (PMR) dibentuk oleh PMI pada Kongres PMI tanggal 25-27 Januari 1950 di Jakarta, dulu PMR bernama Palang Merah Pemuda (PMP) didirikan pada tanggal 1 Maret 1950 oleh Ny. Siti Dasima.
Terbentuknya PMR/Youth Red Cross di Indonesia dilatar belakangi oleh Perang Dunia (PD) I, waktu itu Austria mengerahkan anak-anak sekolah supaya turut membantu sesuai kemampuan, seperti mengumpulkan pakaian bekas, mengimpun majalah/koran bekas, dan menggulung pembalut, anak-anak tersebut dihimpun oleh Organisasi yang dinamakan Palang Merah Remaja (PMR), yang kemudian diterima Liga Palang Merah Remaja dan Bulan Sabit Merah.(IFRC).

Pada Sidang I tahun 1919 PMR menjadi bagian Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, kegiatan dan tugasnya sama dengan Tri Bhakti PMR, sasaran utama PMR adalah Lingkungan Sekolah dan Luar sekolah.

PMR didirikan karena untuk memberikan Sosialisasi pada masyarakat khususnya pada Pemuda/Remaja agar bisa saling tolong menolong terhadap sesama dan lebih peduli dengan keadaan disekitarnya.

Untuk Siapa PMR itu?

Lho kok malah tanya???

Ya untuk diri sendiri dan orang lain dong, para pemuda diberi pengetahuan dan keterampilan bukan untuk dirinya sendiri, melainkan juga untuk kepentingan orang lain juga, jadi harus diamalkan!!! Okey


Dan khususnya PMR Wira Adhi Bhakti, SMK Negeri 3 Jepara, PMR dijadikan Ekskul yang diwajibkan bagi setiap siswa kelas X, meskipun ekstra wajib tapi siswanya mengikuti Kegiatan ini PMR tanpa paksaan, Itulah SMK Negeri 3 Jepara.

Inilah profil dan prestasi setahun terakhir dari PMR Wira Adhi Bhakti



Secara terpisah-pisah arti dari Wira Adhi Bhakti:

Wira artinya Pahlawan/Prajurit, Adhi artinya Besar/Agung, Bhakti artinya Pengabdian, jadi apabila digabung akan menjadi kalimat “Pahlawan yang Besar Pengabdiannya kepada Masyarakat”.

Wira Adhi Bhakti adalah Organisasi PMR yang terbentuk sudah lama, sekarang sudah menginjak Angkatan ke-30, kami (yang menerbitkan blog ini) adalah Angkatan ke-26. Dalam sebuah Organisasi pasti pernah mengalami pasang surut keanggotaan, Organisasi Wira Adhi Bhakti ini pun begitu, tapi walau begitu setiap Angkatan pasti bisa menemukan dan menyelesaikan masalah-masalah yang ada.
PMR Wira Adhi Bhakti ini mempunyai sederet Prestasi, antara lain;
lomba JUMBARA tingkat Kabupaten di Desa Bringin, Bantrung.
yang meraih Peringkat Umum ke-IV,
walaupun kami tidak mendapatkan Juara Umum tapi semua Kegiatan disana kami ikuti dengan hati gembira, pokoknya dibuat Happy deh, disana kami dalam kegiatan yang paling aktif loo... diantara pangkalan-pangkalan lain....
kami mendapatkan Tropy diantaranya:

Peringkat:
: I (Cerkas) Putra
: I (Cerkas) Putri
: I (Karya Ilmiah)
: II (Perawatan Keluarga) Putra
: III (Perawatan Keluarga) Putri
: III (Drama)
: III (Hasta Karya) Putra
: III (K-5)

Dan juga YRCC(Youth Red Cross Competition) 2009 di UNNES Semarang,
yang mendapatkan:

Peringkat:
: III se-Jateng dan DIY yaitu LMTS
: V se-Jateng dan DIY yaitu Pertolongan Pertama

Itulah sederetan prestasi yang kami capai, Hasil tersebut tidak lepas dari kerja keras dan Kekompakan dari setiap anggota selama dalam kompetisi, baik Anggota TIM Inti, TIM Sukses, perhatian dari Pendamping/Pembina/Orang tua, dan yang pasti adalah atas karunia Tuhan Yang Maha Kuasa.

Selain kami mendapatkan Tropy diatas kami juga mendapatkan Pengalaman yang sangat berharga bagi kami, dan teman-teman baru pastinya, disana juga kami bisa berinteraksi dengan masyarakat yang begitu ramah dan menyambut positif kegiatan-kegiatan seperti itu.

begitulah sekilas tentang profil PMR WIRA ADHI BHAKTI....

Syarat-Syarat menjadi Anggota PMR

Apa sajakah Syarat-Syarat menjadi Anggota PMR??? Dan siapa saja anggota-anggotanya??? Menurut OTAK yang saya baca,

Syarat-Syarat menjadi Anggota PMR adalah:

Materi-materi

Oh ya temen-temen mau tahu tidak.... tentang materi yang ada dalam organisasi PMR, khususnya di PMR Wira Adhi Bhakti(maaf ya yang saya tahu cuman sedikit, ga pa-pa kan...)

Materinya sama kok, tapi ya.... radak-radak beda dikit.....

Materinya Yaitu

Pengetahuan Umum

Pastinya disini ada banyak materi yang harus di pelajari, tapi kami hanya akan mengulas materi pokok saja yaitu:

Materinya adalah...........

Tri Bhakti PMR


Tri Bhakti adalah tugas

Pertolongan Pertama (PP/P3K)

Bicara tentang PMR, jika tidak menyinggung materi ini pasti hambar, ya kan? karena ini adalah materi pokok yang harus dimiliki oleh setiap anggota PMR, jika tidak maka fatal akibatnya. untuk itu mari kita tela'ah bersama.

Definisi:

Pertolongan Pertama adalah Pemberian

Kedaruratan Medis-Gangguan Umum

Kedaruratan medis adalah suatu keadaan yang tidak normal yang biasa terjadi pada manusia. Kedaruratan medis dan gangguan tubuh yang ada dan sudah dikenali oleh dunia kedokteran sangat banyak. Penyebabnya antara lain: infeksi, racun atau kegagalan satu atau lebih sistem tubuh yang berakhir dengan gejala yang dikelompokan dalam kedaruratan medis. Sebagai ponolong pertama tidak mungkin mengenali semuanya. Bab ini akan membahas kedaruratan medis secara umum saja dan bagaimana membantu seorang penderita dengan keluhan umum saja. Dalam penatalaksanaannya kasus medis tidak banyak berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Hal yang paling penting adalah mengenali kedaruratannya, terutama secara dini. Kesimpulan mengenai keadaan yang dihadapi hampir 80% diperoleh berdasarkan wawancara dengan penderita bila sadar, keluarganya atau saksi mata dan sumber informasi lainnya. Penatalaksanaan penderita medis di lapangan tidak banyak berbeda satu dengan lainnya. Dalam penatalaksanaan penderita yang paling penting adalah menjaga jalan nafas dan memantau tanda vital penderita secara teratur lalu segera mengusahakan transportasi penderita ke fasilitas kesehatan. Gejala dan tanda pada kedaruratan medis. Gejala dan tanda pada kedaruratan medis sangat beragam, khas maupun tidak khas. Perubahan yang tidak normal dari tanda vital penderita sudah mengarah pada kedaruratan medis. Beberapa hal yang dapat diamati pada penderita yang mengarahkan kecurigaan kita pada adanya masalah medis adalah : Gejala : Demam. Nyeri. Mual, muntah. Buang air kecil berlebihan atau tidak sama sekali. Pusing, perasaan mau pingsan, merasa akan kiamat. Sesak atau merasa sukar bernafas. Rasa haus atau lapar berlebihan, rasa aneh pada mulut. T a n d a : Perubahan status mental ( tidak sadar, bingung ). Perubahan irama jantung ; nadi cepat atau sangat lambat, tidak teratur, lemah atau sangat kuat. Perubahan pernafasan ; irama dan kualitas warna pada selaput lendir ( pucat, kebiruan, terlalu merah ). Perubahan keadaan kulit ; suhu, kelembaban, keringat berlebihan, sangat kering, termasuk perubahan warna pada selaput lendir ( pucat, kebiruan, terlalu merah ). Perubahan tekanan darah. Manik mata : sangat lebar atau sangat kecil. Bau khas dari mulut atau hidung. Aktivitas otot tidak normal misalnya kejang atau kelumpuhan. Gangguan saluran cerna : mual, muntah atau diare. Tanda-tanda lainnya yang seharusnya tidak ada. Anggap semua keluhan penderita adalah benar. Bila penderita merasa tidak enak atau tidak nyaman maka perlakukan sebagai kasus medis. Secara umum gangguan medis dapat dibagi manjadi : Gangguan jantung dan pernafasan. Gangguan kesadaran atau perubahan status mental. Gangguan akibat perubahan lingkungan. Keracunan. Lain lain. http://pmr-207jkt.blogspot.com